Rangkuman Informatika Bab 1
Rangkuman Informatika Bab 1
A. A. Informatika dan Profil Pelajar Pancasila
Rumusan Profil Pelajar Pancasila adalah “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat 2 Informatika untuk SMP Kelas VIII yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.” Pernyataan ini memuat tiga kata kunci: pelajar sepanjang hayat, kompetensi global, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Profil tersebut dinyatakan dalam enam dimensi, yaitu: Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia; Berkebinekaan global; Bergotong royong; Mandiri; Bernalar kritis; dan Kreatif.
Informatika akan membantu menyiapkan diri sebagai warga dunia digital, yaitu dunia maya melalui internet. Di dunia digital, warga digital juga perlu cara komunikasi, sopan santun dan etika, serta membangun kebiasaan-kebiasaan baik yang menumbuhkan karakter warga digital yang baik pula. Karena kehidupan dunia digital seiring dan sejalan dengan dunia nyata, kalian harus berkarakter baik di dunia nyata maupun dunia digital. Bagi pelajar Indonesia, karakter yang baik ini dirumuskan sebagai Profil Pelajar Pancasila. Melalui mata pelajaran Informatika, kita akan belajar juga menumbuhkan karakter-karakter tersebut, sebagai warga dunia nyata dan sebagai warga dunia maya.
B. Cara Belajar Informatika
Belajar Informatika tidak selalu menggunakan komputer. Belajar Informatika juga tidak hanya sekadar memakai perangkat TIK atau gadget, gawai atau perangkat komputer
Untuk mempelajari suatu materi yang memuat konsep Informatika, ada dua cara yang ditawarkan, seperti :
-Pertama, menyimak dan mempelajari terlebih dahulu mengenai materi yang dibahas dari bacaan atau media lain, kemudian berlatih dengan aktivitas tertentu. Berlatih itu penting untuk lebih memahami konsep.
-Kedua, belajar mandiri, yaitu kita diajak untuk mengeksplorasi, beraktivitas terlebih dahulu, dengan harapan bahwa urutan langkah kegiatan yang dilakukan akan menuntun kita untuk memahami materi yang sebenarnya sedang dipelajari dengan beraktivitas. Dengan cara ini, diharapkan, kita tidak hanya menjadi pelaku aktivitas, tetapi juga beraktivitas sambil berpikir dan merajut pengetahuan di balik aktivitas tersebut. Konsep yang ada di balik aktivitas tersebut dapat kita refleksikan, dihubungkan dengan konsep sebelumnya, dipraktikkan dan kelak akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Konsep yang dijelaskan di atas, disajikan dalam bentuk kasus nyata terkait kehidupan sehari-hari. Sebuah kasus hanya mewakili satu kejadian dalam banyak kejadian yang sejenis. Misalnya, pengolahan data pariwisata, hanya mewakili salah satu dari banyak sekali jenis pengolahan data di dunia, misalnya data pemerintahan, data pertanian, data perikanan, data kesehatan atau data lainnya. Nah, di sinilah, kalian perlu menyelesaikan permasalahan untuk suatu kasus tertentu, kemudian menarik maknanya sehingga tidak hanya menyelesaikan kasus itu saja, tetapi kalian akan dapat menerapkan konsep yang sama untuk kasus “sejenis”. Carilah kesamaan “pola” yang melatar belakangi suatu kasus agar kalian dapat menyelesaikan kasus sejenis dengan mudah.
Lakukan aktivitas secara hati-hati dan sistematis, mengalami, merenungkan, dan merajut konsep informatika berdasarkan elemen-elemen yang diberikan. Aktivitas ini tidak hanya fisik, tetapi juga olah pikir. Beberapa kegiatan dimulai sebagai “starter” untuk membuka pintu memahami konsep dan syarat melakukan aktivitas berikutnya. Dengan berlatih dan membentuk pola pikir, kita diharapkan dapat menyelesaikan masalah secara terstruktur, efisien, dan efektif. Beberapa kasus diminta menyelesaikan masalah tanpa bantuan komputer, kemudian mengimplementasikannya. Komputer dapat melakukan perhitungan dengan cepat, namun perlu diuji oleh manusia terlebih dahulu. Aktivitas ini dilakukan berpasangan atau dalam kelompok untuk saling menguji, berbagi ide, dan memperkaya pemikiran.
Setelah mempelajari materi-materi yang diberikan, hendaknya kalian melakukan pengendapan materi dan melakukan koneksi dengan materi yang pernah dipelajari bahkan bukan hanya materi pelajaran Informatika. Pengendapan dan mengoneksikan materi ini dapat dilakukan melalui ulasan kembali mengenai apa yang sudah kalian pelajari, menjawab pertanyaan pertanyaan reflektif yang membantu kalian menemukan kesimpulan, ajakan untuk merenungkan sesuatu berkaitan dengan materi, atau memimpikan suatu tindakan atau produk untuk masa depan. Melalui pengendapan dan mengoneksikan ini, diharapkan apa yang telah kalian pelajari tertanam dalam diri kalian dan tidak mudah dilupakan, serta dapat dipakai sebagai modal dalam memakai informatika sebagai bagian penyelesaian persoalan sehari-hari.
Belajar itu menyenangkan jika kita berminat terhadap apa yang dipelajari. Informatika sangat penting untuk dipelajari karena hampir semua orang memerlukannya untuk berinteraksi melalui perangkat TIK seperti ponsel pintar. Pada masa normal baru, TIK akan menjadi sarana komunikasi yang semakin penting. Kita perlu menjadi pencipta sistem komputasi untuk kehidupan yang lebih baik. Belajar Informatika tidak hanya untuk menguasai komputer, tetapi juga menciptakan karya TIK kreatif. Bangsa Indonesia harus berperan sebagai pencipta perangkat keras dan lunak, bukan hanya sebagai pengguna TIK.
C. C. Kilas balik pelajaran informatika kelas VII
Dalam pelajaran Informatika kelas VII, kita telah mempelajari berbagai elemen Informatika. Materi yang telah dipelajari meliputi Berpikir Komputasional (BK), Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Sistem Komputer (SK), dan Jaringan Komputer dan Internet (JKI). Dalam BK, kita mempelajari menyelesaikan masalah sehari-hari dengan menggunakan algoritma, optimasi penjadwalan, struktur data list, dan representasi data. Sedangkan dalam TIK, SK, dan JKI, kita belajar mengenai pembuatan karya digital, komunikasi via surel, pengelolaan file, definisi komputer, perangkat keras dan lunak, serta jaringan komputer dan internet.
D. D. Materi yang dipelajari di kelas VIII
Informatika kelas VIII merupakan kelanjutan dari kelas VII dengan materi yang lebih kompleks. Pada Bab Berpikir Komputasional, kita akan belajar mengenai fungsi, algoritma, representasi data, dan struktur data stack. Latihan ini diharapkan membentuk pola berpikir efektif. Bab Teknologi Informasi dan Komunikasi akan membantu mengintegrasikan konten aplikasi seperti pengolah kata dan presentasi. Kita juga akan belajar merangkum bacaan digital dan memanfaatkan laboratorium virtual. Pada Bab Sistem Komputer, kita akan memahami fungsi sistem komputer dan komponen yang tidak kasat mata. Bab Jaringan Komputer dan Internet akan membahas teknologi komunikasi, proteksi data di internet, dan routing. Pada Bab Analisis Data, kita akan belajar mengelola, mencari, merangkum, dan visualisasi data. Sedangkan pada Bab Algoritma dan Pemrograman, kita akan belajar menggunakan bahasa pemrograman visual seperti Scratch dan Blockly. Dalam Bab Dampak Sosial Informatika, kita akan mempelajari media sosial, cyberbullying, dan pengkajian informasi kritis. Terakhir, pada Bab Praktik Lintas Bidang, kita akan belajar bekerja sama dalam kelompok dan mencoba menyelesaikan masalah dengan pengetahuan yang telah dipelajari.
E. Pemaknaan dan Kualitas Hasil Belajar
Hasil belajar Informatika harus diwujudkan menjadi artefak komputasional, seperti laporan, program komputer, atau karya nyata lainnya. Artefak komputasional harus dihasilkan melalui proses berpikir komputasional dan bukan hanya disalin secara sembarangan. Kemampuan berpikir kritis dan kreatif penting dalam mengerjakan tugas-tugas Informatika. Guru akan menilai hasil karya kalian, tidak hanya berdasarkan tampilan, tetapi juga makna, kebenaran, dan akurasi isinya. Konten yang tidak akurat dapat menyesatkan orang lain, sama seperti virus yang merusak kehidupan. Penting untuk memperhatikan konten dan penyajian, mengingat sekarang orang tidak hanya peduli tentang isi tetapi juga tentang 'kemasan'. Kualitas karya sangat penting dalam proses belajar, demi menghasilkan artefak komputasional yang bermakna dan berkualitas. Konten yang presisi dan akurat penting agar bisa dipahami dengan mudah. Proses kerja yang efisien membutuhkan pemikiran sebelum memulai bekerja. Penilaian artefak komputasional berdasarkan kemampuan menjawab soal dengan baik, membuat program menggunakan perkakas komputasi, menganalisis dan merancang solusi, serta eksplorasi perkakas komputasi tertentu. Selain itu, bekerja dalam kelompok juga dinilai berdasarkan pembagian peran, kerja sama, dan komunikasi antar anggota tim. Semua ini harus diperhatikan agar hasil belajar Informatika kita bermutu.
Comments
Post a Comment